Jangan sampai ketinggalan! nikmati keseruan bermain scatter hitam mahjong bersama KAYATOGEL.
Link alternatif : www.kayatogels.com
Berapapun kemenangan, pasti akan kami bayarkan!
• Sekelompok ghuroba (terasing), pasukan panji hitam, munculnya kekhalifahan? bukankah ini adalah tanda akhir zaman telah dekat... Jika apa yang ada pada hadis yang menjelaskan nubuwah rasulullah itu benar, maka Al Mahdi RA akan datang. Wallahu a'lam bish-shawabi
The Great Dictator (Diktator Agung) merupakan sebuah film epik hitam-putih pada tanggal 15 Oktober 1940. Dirilis ketika Perang Dunia Kedua mulai berkecamuk dan ketika Adolf Hitler sendiri sedang meniti jalan untuk mencapai puncak kejayaannya, The Great Dictator sukses memparodikan peristiwa tersebut. Plesetan-plesetan pun digunakan di dalamnya: Adenoid Hynkel untuk Adolf Hitler, negara Tomainia untuk Jerman, lambang tanda silang dobel yang menggantikan lambang swastika Nazi, Benzino Napaloni untuk Benito Mussolini, dan lain sebagainya. Parodi yang digunakan Chaplin tidaklah parodi yang bersifat kasar atau asal melucu, melainkan parodi yang memiliki kelasnya tersendiri alias elegan.
Charlie Chaplin memerankan tokoh rekaan Adolf Hitler, sang diktator fasis yang kejam. Di dalam plot cerita pula, Chaplin juga sekaligus memerankan seorang tukang cukur keturunan Yahudi, merepresentasikan wajah rakyat jelata yang lugu. Karakteristik keduanya yang sangat kontras ini dilibatkan ke dalam satu alur cerita dengan kisahnya masing-masing. Lihatlah parodinya: saat Hynkel yang bertindak semaunya sendiri dengan memberangus orang-orang Yahudi dan sangat ambisius untuk menguasai seluruh dunia, namun berubah menjadi pribadi yang tampak bodoh dan konyol, yaitu saat adegan Hynkel bermain-main sendiri dengan bola dunia, atau adegan saat Hynkel berpidato dalam bahasa Jerman yang “sangat Hitler”. Atau ketika si tukang cukur yang mencukur tuannya (sekaligus menari) sambil mengikuti irama musik Hungarian Dance No. 5 karya Johannes Brahms. Melihat adegan-adegan tersebut, rasanya di zaman sekarang pun masih relevan parodi-parodi tersebut. Membuktikan bahwa parodi dalam The Great Dictator merupakan parodi yang memang berkelas.
Dalam petualangannya ke hutan, Ratna (Sandra Dewi) diculik oleh Arde (Vincent Rompies) dan disembunyikan di sebuah gua. Di dalam gua, Ratna berkenalan dengan Tarzan (Ajul Jiung). Ratna dan Tarzan segera menjadi teman baik. Tarzan pun mengantar Ratna pulang ke kota naik kuda. Para binatang teman-teman Tarzan terlihat sedih atas kepergiannya, namun Tarzan berjanji untuk kembali dan membawakan mereka semua oleh-oleh. Setibanya di kota, dimulailah petualangan Tarzan.. Hidup di kota membuat Tarzan bingung. Ratna harus mengajari Tarzan cara hidup di kota, yang sangat berbeda dengan hutan. Mulai dari menggunakan toilet, cara makan, sampai berbahasa Inggris. Keberadaan Tarzan akhirnya diketahui oleh Arde yang telah mengganti namanya menjadi Mamahi, alias Master Mata Hitam. Mamahi berusaha menipu Tarzan untuk menangkapi binatang-binatang liar untuk dijual sebagai bahan kosmetik. Tarzan pun dimusuhi oleh sahabat-sahabatnya, karena dianggap telah menjual saudara sendiri pada orang kota. Tarzan marah. Ia lalu berjanji untuk melawan Mamahi. Sementara Ratna harus menghadapi konsekuensi dari tindakannya, yang telah membawa Tarzan ke Kota. Sebuah film komedi petualangan yang seru untuk semua usia
Setanisme… Jalan gelap menuju neraka… Inilah jalan yang dipilih oleh mereka yang telah disesatkan oleh setan dan yang kini telah menjadi pengikutnya. Dalam film ini, selain sejarah hitam Setanisme, akan Anda saksikan pula persekutuan berdarah antara setanisme dan paham lain seperti ateisme dan materialisme. Akan Anda pahami bagaimana mereka bekerja sama bahu-membahu untuk memalingkan manusia dari jalan Allah dan memperdaya mereka dengan janji-janji kosong. Dengan cara ini mereka bertujuan menjerumuskan manusia agar menjalani kehidupan kekal di dalam neraka.
Sepanjang sejarah umat manusia, komunisme telah meninggalkan lembaran-lembaran hitam penuh genangan darah dan deraian air mata. Film ini menyingkap kekejaman biadab kaum komunis Cina terhadap penduduk suku Turki di Turkistan Timur, ladang-ladang pembantaian di Kamboja, warga minoritas Muslim di Kamboja yang menjadi sasaran kekejian, serta generasi tahun 1960-an di dunia Barat yang terjerumus ke dalam ideologi komunis.
Salah satu pementasan Sanggar Tari Parmato Hitam Kota Sawahlunto, Sumbar - Indonesia.
email : parmatohitam[at]gmail[dot]com
blog : http://parmatohitam[dot]multiply[dot]com